Laut Senja

Laut senja ini menyambutku dengan ramah
Riuh anginnya menyapaku dengan meriah
Menerbangkan seluruh beban dan amarah

Laut senja ini menghasilkan simfoni indah
Debur ombaknya menjadi sebuah kenikmatan
Yang suaranya lebih syahdu daripada mesin di kota

Laut senja membuatku candu
Seketika akupun menjadi rindu
Kepada tempatku mengadu

Rahadian N. Prathama
6 Januari 2019

Advertisements

Ego

Malam menggemakan kidung merdu dari kaki langit
Kunang-kunang berterbangan dan hinggap di lututku
Seraya menemaniku menikmati sejuknya malam

Harmoni indah tercipta dengan sentuhan binar bulan
Seolah menerangi siapapun makhluk yang membutuhkan sinarnya
Tak terkecuali aku yang sedang menyanyi lagu sendu

Lalu, aku bertanya pada diriku sendiri atas apa yang sebenarnya terjadi
Karena batas antara kebahagiaan dan kesedihan adalah egosentrisme
Sudah, istirahatlah

Rahadian N. Prathama
31 Desember 2018

Pamit

Momen-momen yang sudah hilang
Tidak akan bisa kami ulang
Tetapi cerita perjuangan itu akan abadi

Mungkin perpisahan akan menjelang
Tapi ingatan itu tidak pernah lekang
Dan akan selalu kami kenang

Hanya dengan lewat gambar
Jalan kita untuk kembali pada masa itu
Merasakan hangat dan bahagianya hari itu

Tetapi waktu terus bergulir
Karena tidak ada sesuatu yang abadi
Dan ini saatnya kami pamit

Bukan untuk mengucapkan selamat tinggal
Tetapi mengucapkan selamat datang untuk awal yg baru

Terima kasih untuk segalanya


Rahadian N. Prathama – 30 November 2018

Journey

In our journey in lives, there are many ups and downs we’ve gone through. Our journey might be amazing and wonderful or may be on the other side terrible and miserable. We might be experienced lost in the middle of something, out of control, and left by our loved ones. Closest one may come and go as they wish but it’s okay. The only saddest thing is when they didn’t comeback since they left.

Have we ever tried to count how many people that support you when you’re down? Or maybe how many people that as happy as you when your brightest day is coming? Have you ever count how many forces from the people that happy to see your down? You will remember how is the laugh of person who dislike you but it doesn’t matter if you are still struggling.

How many prayers of your parents when they wanted you to be their child? Remember that you are the wanted man. So, this journey must be presented to them and the purpose of this must be for them. Then do you ever count how many tragedies happened till the point you stand up now?

We have to respect and do it wholeheartedly this journey in every occasion. We are the owner and the survivor of this journey. This journey is on your own. Although you survive this journey with others, your journey will be yours and their will be theirs. We chose one in many choices and options. We chose to do it on our own or together.

Persimpangan

Aku berdiri di sebuah persimpangan
Yang di antaranya menyimpan kenangan
Teringat pada masa ketika kami berjalan beriringan
Saling bergandeng tangan demi melampaui sebuah angan

Di persimpangan ini kita memiliki pertentangan
Untuk dapat menaklukan kata jangan
Hingga yang kita lakukan menjadi ringan
Dan apa yang kita mimpikan berada dalam genggaman

Di persimpangan ini juga tercium harum kemenangan
Yang kejayaannya tidak memiliki sama dengan
Di mana setiap arahnya memiliki arti perjuangan
Perjuangan yang serasa dengan peperangan

Di persimpangan itu titik temu kita
Di persimpangan itu saksi perpisahan kita
Semoga Tuhan memberkati kita

 

 

Rahadian N. Prathama
3 November 2018

Sorry

Gratitude and sorry are the human itself. They never be lost because they are always there, in the bottom of our heart maybe the deepest cell of our heart. They are part of us. If they didn’t sorry maybe it is just a value of their humanity that gone for a while but the sorry will stay, inside all of us. If they didn’t show their sorry, use your sorry to forgive them and to forgive yourself. Make peace from our inner-selves and we’ll be completely happy. Maybe it’s hard but it’s not impossible.

Kita

Ada rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata
Ada rindu yang tidak bisa ditebus dengan suara
Jika setiap pertemuan akan menghasilkan perpisahan
Mengapa masih ada euforia berlebih untuk setiap pandangan semu yang bertemu

Ada tangis yang tidak bisa terbendung
Ada suara yang tidak bisa terucap
Jika setiap kebahagiaan dapat menyembunyikan kesedihan
Mengapa masih ada gelak tawa untuk setiap tangis yang tertahan

Jika kamu adalah aku dan aku adalah kamu
Apakah kita dapat saling mengetahui yang terbaik untuk kita?
Kata-kata dalam sajak ini menggambarkan kita
Kita yang selalu tenggelam dalam tipu daya semesta

 

7 Agustus 2018
Rahadian Nur Prathama